Buat Begituan

Comments
Hukum menggunakan kosmetik berbahan Merkuri

Hukum menggunakan kosmetik berbahan Merkuri – Kosmetik didefinisikan sebagai bahan atau sediaan
(preparat) yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ tubuh genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut, yang bertujuan untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, memperbaiki bau badan, melindungi tubuh, dan menjaga tubuh pada kondisi baik.  (ASEAN Cosmetic Directive; dikutip oleh Puziah Hashim, Alternative Ingregients for Halal Cosmetics, hlm 2).

Kosmetik biasanya tersusun dari 3 (tiga) macam komposisi, yaitu:

  1. Bahan dasar (vehikulum), misalnya lemak, air dan akohol;
  2. Bahan aktif, misanya vitamin, hormone, merkuri, tretinoin, hidrokinon; dan
  3. Bahan pelengkap, seperti pewangi. Merkuri tersebut dikenal juga sebagai air raksa atau hydrargyricum (Hg), yaitu satu-satunya logam yang berwujud cair dalam suhu kamar (25’C), tak berbau, berwarna keperakan, dan mengkilap.

Dikenal 3 (tiga) bentuk merkuri;

  1. Merkuri elemental (Hg), misalnya yang terdapat dalam thermometer.
  2. Merkuri inorganic (Hg+ atau Hg ++), misalnya yang terdapat dalam krim pemutih.
  3. Merkuri organic, misalnya yang dijumpai sebagai kontaminan logam di lingkungan.

Merkuri yang terdapat dalam kosmetik krim pemutih terbukti menimbulkan efek-efek berikut :

  1. Timbulnya bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi.
  2. Menyebabkan kerusakan permanen pada susunan syaraf, ginjal maupun otak.
  3. Mengganggu perkembangan jalan terutama bila digunakan dalam dosis tinggi,
  4. Dalam jangka pendek dosis pemakaian merkuri yang terlalu tinggi dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan ginjal bahkan menyebabkan kanker pada manusia karena merkuri merupakan zat karsinogenik.

Maka dari itu, Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 445/MENKES/PER/V/1998 telah melarang penggunaan merkuri inorganic dalam krim pemutih. Demikian juga BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) melalui siaran pers BPOM No. KH.00.01.3352 tahun 2006, telah memperingatkan masyarakat akan adanya 27 merk kosmetik yang mengandung bahan yang dilarang yaitu merkuri,

Hidrokinon diatas 2% dan pewarna merah rhodamin B. Kosmetik tersebut antara lain Yen Lye YL II Day Cream, Arche Pearl Cream, Leeya Whitening Daily dan Night Use, Krim Qubanyifushuang, dan lisptik merek Hengfang.

Berdasarkan fakta (manath) tersebut, jelaslah bahwa menggunakan kosmetik berbahan merkuri hukumnya haram secara syar’I, karena terbukti telah menimbulkan bahaya (dharar) bagi kesehatan manusia. Jadi meskipun pada dasarnya menggunakan kosmetik bagi wanita itu hukumnya boleh, selama memenuhi syarat-syaratnya, tetapi hukumnya menjadi haram jika kosmetik yang dipakai menimbulkan bahaya (dharar).

(Syuruq As Syams, Zinatul Mar’ah wa Maa Yata’allaqu min ahkam, hlm. 7; Abdullah bin Shalih Al Fauzan, Zinah Al Mar’ah Al Muslimah, hlm; Ummu Sundus, Kaifiyah Al I’tina bin Jamal Al Mar’ah Al Muslimah wa An Nisaa fi Al Syari’ah Al Islamiyah, hlm. 112; Adil Al Abdul Jabbar, Nisa’ unaa wa Adawat At Tajmi, hlm.26)

Dalil keharamannya adalah kaidah fiqih yang berbunyi :

“Al ashlu fi al madhaar at tahrim (hukum asal benda yang berbahaya [Mudharat] adalah haram).” (Taqiyudin An Nabhani, Al Syaksiyah Al Islamiyah, 3/457; Muhammad Shidqi bin Ahmad Al Burnu, Mausu’ah Al Qawa;id Al Fiqhiyah, 1/24).

Kaidah ini berarti bahwa segala sesuatu materi (benda) yang berbahaya, sementara tidak terdapat nash  syar’ie tertentu yang melarang, memerintah, atau membolehkannya maka hukumnya haram, sebab syariah Islam telah mengharamkan terjadinya bahaya.

Dengan demikian, menggunakan kosmetik berbahan merkuri dapat diharamkan berdasarkan kaidah fiqih ini karena terbukti menimbulkan bahaya bagi penggunanya. Wallahu a’lam.

 

Ust. M. Shiddiq al-Jawi
Media Umat

 

Masih berani pake krim bermerkuri??? >:/

Tags : , ,